Walaupun Ia Sangat Hebat

Masih pada edisi piala dunia yang sama yakni tahun dua ribu sepuluh, Thomas Muller memenangkan penghargaan berita sepak bola indonesia sebagai pemain sepakbola muda berbakat terbaik. Pemain sepakbola yang lahir di Weilheim, Jerman Barat ini mendapatkan titel tersebut ketika usianya menginjak dua puluh tahun. Bisa dikatakan apabila pergelaran piala dunia saat itu menjadi pentas bagi seorang Thomas Muller untuk menunjukkan kualitas serta kemampuannya mengolah si kulit bundar di atas lapangan hijau membela tim nasional negara Jerman menghadapi berbagai macam lawan yang menghadang.

Lalu walaupun tidak pernah menang, namun Thomas Muller pernah beberapa kali menjadi kandidat penerima Ballon d’Or. Pada penghargaan untuk pemain sepakbola terbaik didunia yang diberikan setiap setahun sekali yang dikeluarkan oleh FIFA selaku badan yang membawahi seluruh organisasi sepakbola di dunia ini, Thomas Muller menempati urutan ke lima belas dengan perolehan suara saat itu hanya nol koma sembilan satu persen. Yang menariknya, ia menjadi kandidat pada tahun dua ribu sepuluh ketika usianya masih berusia dua puluh tahun saja dimana Lionel Messi menggondol piala itu.

Setahun berikutnya, Thomas Muller lagi – lagi membawa Bayern Munich menjuarai piala DFL-Supercup edisi dua ribu tujuh belas. Pemain sepakbola yang mengenakan nomor punggung dua puluh lima tersebut juga terpampang di poster partai berita bola dunia yang satu ini. Pertandingan kali ini berjalan sangat alot, karena kedua belah tim bermain dengan skor imbang dua sama pada babak normal. Dibabak perpanjangan waktu, masing – masing tim tidak mampu memecah kebuntuan sebelum akhirnya Bayern Munich keluar sebagai juara setelah mengalahkan Borussia Dortmund melalui ajang adu pinalti dengan skor akhir empat lima laga penting penuh gengsi.

Berikutnya, dipergelaran piala dunia edisi selanjutnya yakni tahun dua ribu empat belas, Thomas Muller juga menjadi man of the match alias pemain terbaik pada pertandingan antara tim nasional Jerman melawan Portugal pada babak penyisihan Grup G. Kala itu, Thomas Muller sanggup mencetak hat-trick alias gelontoran tiga buah gol ke dalam gawang Portugal dan juga mampu membawa tim nasional Jerman memenangkan pertandingan tersebut dengan skor akhir empat kosong. Portugal yang dikomandoi oleh Cristiano Ronaldo sendiri kala itu tidak mampu berbuat banyak menghadapi skuad Joachim Low.

Selanjutnya, Thomas Muller akhirnya mampu membawa tim nasional Jerman menjuarai pergelaran piala dunia berikutnya, tahun dua ribu empat belas di Brasil. Pada partai pamungkas berita bola yang digelar tanggal tiga belas bulan Juli di Rio de Janeiro tersebut, Jerman berhasil mengandaskan perlawanan Argentina dengan skor tipis satu nol lewat gol semata wayang Mario Gotze di menit ke seratus tiga belas. Argentina yang dibela oleh Lionel Messi sendiri tidak mampu berbuat banyak karena sangatlah sulit untuk bertumpu kepada satu orang pemain sepakbola saja walaupun ia sangat hebat.