Sama Seperti Paolo Maldini

Lalu, Gianluigi Buffon bersama dengan Juventus juga mampu menjuarai pergelaran piala Supercoppa Italiana tahun dua ribu lima belas yang digelar di Shanghai Stadium, Cina. Pada partai berita bola dunia tersebut, Juventus berhasil mengalahkan lawannya Lazio dengan skor dua kosong lewat gol Mario Mandzukic dan Paulo Dybala. Kala itu, Juventus juga berhasil mencetak rekor sebagai tim Italia yang memiliki gelar ini terbanyak, yaitu sebelas dan juga merupakan keempat secara beruntun sepanjang turnamen ini bergulir, sebuah hasil sempurna yang tidak bisa diraih tanpa Gianluigi Buffon.

Berikutnya kita beranjak dari gelar yang dimenangkan oleh Gianluigi Buffon secara satu kesatuan bersama tim ke gelar individu. Pertama ada penghargaan Bravo yang diterima oleh Gianluigi Buffon pada tahun seribu sembilan ratus sembilan puluh sembilan silam ketika penjaga gawang kelahiran Carrara, Tuscany, Italia ini masih membela Parma. Penghargaan berita bola ini diberikan setahun sekali oleh majalah Italia bernama Guerin Sportivo kepada pemain sepakbola muda yang memiliki bakat diatas rata – rata dan hanya berlaku untuk pesepakbola usia dibawah dua puluh tiga tahun.

Selanjutnya, Gianluigi Buffon juga mampu membawa Juventus menjuarai piala Supercoppa Italiana pada tahun dua ribu dua silam. Pada pertandingan yang digelar di Libya tersebut, Gianluigi Buffon bersama Juventus harus berhadapan melawan mantan klubnya, Parma. Laga tersebut pada akhirnya berhasil dimenangkan oleh klub berjuluk la vecchia signora alias si nyonya tua itu dengan skor akhir dua satu lewat kedua buah gol dari Alessandro Del Piero. Parma sendiri hanya sanggup membalas lewat Di Vaio. Ini adalah gelar pertama Gianluigi Buffon bersama Juventus babak adu pinalti semifinal.

Itu tadi segelontor gelar dan juga trofi yang telah dimenangkan oleh seorang Gianluigi Buffon, mulai dari Parma, Juventus, tim nasional Italia senior sampai tim nasional Italia usia dibawah dua puluh satu tahun. Apabila kita melihat ke pencapaian penjaga gawang yang pernah mengenyam pendidikan sepakbola menghalau dan mengolah si kulit bundar diatas lapangan hijau bersama akademi Parma semasa mudanya ini, mungkin tidak begitu mengkilap dibandingkan Cristiano Ronaldo atau Lionel Messi tapi yang perlu diingat disini adalah posisinya sebagai seorang kiper yang tidak pernah menggelontorkan satu buah gol pun.

Gianluigi Buffon juga mendapatkan kehormatan yang sama seperti sebelumnya yakni terpilih masuk ke dalam tim berita sepak bola indonesia versi UEFA dengan susunan komposisi pemain sepakbola terbaik pada tahun dua ribu empat dimana lagi – lagi pemain sepakbola yang pernah mengenyam pendidikan olahraga menghalau dan mengolah si kulit bundar diatas lapangan hijau bersama akademi muda Parma dulu ini mendapatkan posisi penjaga gawang. Kali ini ia hanya ditemani satu orang kompatriotnya saja yakni Alessandro Nesta yang memperkuat AC Milan,  sama seperti Paolo Maldini seperti sebelumnya.