Lebih Unggul Dari Mereka

Mario Balotelli kemudian diganjar sanksi dilarang mengikuti tiga kali pertandingan bersama Manchester City pada seluruh level kompetisi, baik itu di liga primer Inggris maupun di kancah Eropa serta internasional. Sanksi ini didapatkan oleh pemain sepakbola kelahiran Palermo, Italia tersebut setela ia kerap berbuat kasar. Pertama ada larangan satu pertandingan karena ia mendapatkan dua kartu kuning, dan dua lagi karena ia telah diganjar dua kartu merah pada musim pertandingan sepakbola yang sama. Hal ini membuktikan bahwa Mario Balotelli masih belum bisa mengendalikan emosinya berita bola dunia.

Akan tetapi pada pertandingan tersebut, seorang Mario Balotelli di hujani kritikan oleh para pengamat dan juga penikmat olahraga sepakbola kala itu ketika pemain sepakbola yang mengenakan nomor punggung empat puluh lima ini terlibat adu mulut dan pertengakaran kecil dengan rekan setimnya yang bernama Aleksandar Kolarov, seorang pemain bertahan tinggi berkepala plontos dan juga memiliki tinggi tubuh yang menjulang hanya karena Mario Balotelli ingin melakukan tendangan bebas yang biasanya sudah menjadi tugas seorang Aleksandar Kolarov dan ditunjuk langsung oleh Roberto Mancini.

Selanjutnya pada tanggal dua puluh dua bulan Januari tahun dua ribu dua belas silam, Mario Balotelli kembali harus mulai bermain sepakbola mengolah si kulit bundar sebagai seorang pemain pengganti berita bola setelah ia masuk menggantikan rekan setimnya di Manchester City ketika klub yang bermarkas di Etihad Stadium tersebut berhadapan dengan Tottenham Hotspur yang saat itu masih diisi oleh Luka Modric dari Kroasia dan Gareth Bale dari Wales. Keduanya kini bermain untuk klub kaya raya asal Spanyol, Real Madrid dan memenangkan banyak sekali gelar dari jaman ke jaman.

Pada musim pertandingan sepakbola liga primer Inggris musim dua ribu dua belas hingga dua ribu tiga belas ini, nama seorang Mario Balotelli sudah jarang sekali terlihat di susunan pemain Manchester City. Mungkin saja pelatih klub yang bermarkas di Etihad Stadium tersebut enggan mengambil resiko dengan memainkan Mario Balotelli karena sewaktu – waktu ia bisa meledak dan melakukan hal gila yang tidak dapat diduga – duga kepada lawannya seperti musim sebelumnya dan akhirnya merugikan pihak klub jika dirinya diganjar kartu merah oleh sang wasit yang memimpin jalannya pertandingan berita sepak bola indonesia.

Roberto Mancini menurunkan Mario Balotelli saat itu mungkin atas dasar bahwa laga tersebut adalah laga terakhir yang dijalani oleh Manchester City  di liga primer Inggris musim dua ribu dua belas silam dimana kala itu tim yang bermarkas di Etihad Stadium tersebut bertanding melawan tim lemah Queens Park Rangers. Ini adalah pertandingan yang sangat menentukan siapa yang akan membawa pulang gelar juara liga primer Inggris, antara mereka ataukah Manchester United yang saat itu memiliki dua poin lebih unggul dari mereka namun telah menjalani pertandingan terakhirnya.