Uncategorized

Juga Bisa Menjatuhkan Mental

Setelah Patrice Evra dipanggil lagi oleh tim nasional Perancis guna membela pasukan ayam jantan guna menjalani pertandingan persahabatan berita bola melawan Swiss yang digelar bulan Maret tahun dua ribu lima (2005), pemain sepakbola yang berposisi sebagai bek sayap kiri dan pernah membela manchester united, juventus, dan kini marseille itu harus secara terpaksa absen membela tim sepakbola negaranya akibat cedera yang ia derita kala berlaga membela setan merah. Sebagai akibatnya, sang pelatih ayam jantan mau tidak mau harus memanggil william gallas untuk menggantikan posisi patrice evra sebagai bek sayap kiri cadangan. Walaupun keduanya bermain pada posisi yang sama, namun William Gallas lebih mengandalkan kekuatan fisik dalam mengemban tugasnya sebagai pilar pertahanan dimana Patrice Evra sendiri seperti Marcelo dan Dani Alves, sering berlari disisi lapangan dan memberikan umpan kepada penyerang.

Mengikuti kepergian seorang Eric Abidal yang telah kembali dari cedera panjang yang menderanya sedari pertandingan lalu ketika mengawali babak kualifikasi piala dunia FIFA tahun dua ribu enam (2006) dan sang pelatih tim nasional perancis Raymond Domenech yang lebih memilih untuk memanggil Mikael Silvestre sebagai bek cadangan untuk berjaga – jaga, Patrice Evra kemudian tidak lagi dipanggil untuk membela tim berita bola dunia negaranya selama hampir dua (2) tahun lamanya. Mikael Silvestre juga merupakan seorang pemain bertahan yang sudah sangat berpengalaman dan bisa dibilang dalam segi kemampuan berada diatas pemain yang pernah membela manchester united, marseille, dan juventus ini karena fisiknya yang besar serta kehebatannya dalam memenangkan duel udara ketika berada dimulut gawang. Tipenya mirip dengan seorang William Gallas dan hingga sekarang perancis lebih mengandalkan permainan fisik dibandingkan kecepatan ronaldo mengetahui hal tersebut.

Akibat tidak dipanggil oleh pelatih Raymond Domenech untuk membela tim nasional perancis selama hampir dua tahun, Patrice Evra juga secara terpaksa tidak mampu mengikuti pergelaran piala dunia tahun dua ribu enam (2006) yang digelar di Brasil waktu itu. Lalu dibulan Oktober tahun dua ribu tujuh (2007) selanjutnya, pemain yang berposisi sebagai bek sayap kiri tersebut menjelaskan kepada surat kabar olahraga asal perancis yang bernama L’Equipe bahwa tidak dipanggilnya dirinya ke pergelaran akbar sepakbola dunia tersebut membuat dirinya semakin bergairah untuk meningkatkan kemampuan berita sepak bola indonesia miliknya dan berusaha semakin keras agar dimasa depan ia bisa dilirik oleh pelatih timnas lain. Hal seperti ini tentu saja bisa menjadi pecut bagi orang yang bertipe pekerja keras namun disisi lain juga bisa menjatuhkan mental, semangat, disamping kepercayaan mereka terhadap pelatih.