Babak Adu Pinalti Semifinal

Gianluigi Buffon juga hanya memiliki satu kemungkinan kecil yang terbuka terkait kepensiunan penjaga gawang yang lahir di Carrara, TUscany, Italia tersebut dengan presiden direktur Juventus Andrea Agnelli dimana apabila tim berita sepak bola indonesia tersebut mampu menjuarai pergelaran liga Champions Eropa selanjutnya maka Gianluigi Buffon akan bermain satu tahun lagi untuk berusaha memenangkan gelar piala dunia masa mendatang maupun juga trofi – trofi lainnya yang akan datang. Pernyataan Gianluigi Buffon ini sangat optimistis namun disaat yang sama juga realistis.

Selanjutnya pada tanggal sembilan bulan Mei tahun dua ribu tujuh belas, Gianluigi Buffon mampu mencatatkan penampilannya bersama Juventus pada pergelaran piala liga Champions Eropa UEFA yang ke seratus lima puluh. Rekor berita bola tersebut juga semakin manis karena penjaga gawang yang memiliki tinggi badan seratus sembilan puluh satu sentimeter ini mampu membawa Juventus mengalahkan AS Monaco di babak semifinal, serta membuat Juventus tinggal selangkah lagi membawa pulang gelar paling bergengsi dikancah antarklub Eropa tersebut.

Empat hari kemudian pada tanggal dua puluh satu bulan Mei tahun dua ribu tujuh belas, Juventus mampu mengamankan gelar scudetto juara Serie A Italia mereka untuk yang keenam kalinya secara beruntun setelah berhasil mengandaskan perlawanan Crotone dengan skor akhir yang cukup telak, yakni tiga kosong. Melawan tim sekaliber Crotone sendiri sama sekali bukan merupakan masalah besar bagi klub yang berjuluk la vecchia signora alias si nyonya tua tersebut mengingat skuad yang diasuh oleh Massimiliano Allegri itu dipenuhi oleh berbagai talenta muda berbakat kelas dunia walaupun ia sangat hebat.

Kemudian itu juga adalah kali pertama bagi Juventus yang mampu menjaga clean sheet alias gawangnya tidak kejebolan selama enam partai berturut – turut pada satu edisi liga Champions, dan angka ini berada di urutan ketiga apabila mengacu kepada clean sheet yang terjadi di satu buah musim liga Champions tersebut. Saat itu, Juventus juga dijadikan calon kuat juara turnamen itu dan mereka disebut – sebut sebagai sebuah tim dengan pertahanan terbaik karena trio bek maut Andrea Barzagli, Giorgio Chiellini, dan Leonardo Bonucci ditopang Gianluigi Buffon mampu menghalau segala tendangan lawan.

Bersama dengan tim nasional Italia usia dibawah enam belas tahun, Gianluigi Buffon mampu mengantarkan tim Gli Azzuri muda mencapai babak final kejuaraan Eropa UEFA under-16 tahun seribu sembilan ratus sembilan puluh tiga silam dimana kala itu penjaga gawang yang pernah mengenyam pendidikan menghalau si kulit bundar diakademi muda Parma tersebut bahkan mampu menggagalkan tiga tendangan lawan di babak adu pinalti semifinal. Sepertinya keahlian Gianluigi Buffon menghentikan sepakan ini merupakan salah satu bakat terpendam berita bola dunia yang sudah dari dulu dimilikinya.